Inilah Penjelasan Kenapa Kontes Kecantikan Miss Tourism International Tidak Ada Penyebutan Posisi Runner Up Melainkan Gelar Juara

405
Inilah-Penjelasan-Kenapa-Kontes-Kecantikan-Miss-Tourism-International-Tidak-Ada-Penyebutan-Posisi-Runner-Up

Banyak yang bertanya-tanya kenapa kontes kecantikan Miss Tourism International tidak ada penyebutan posisi runner-up atau juara kedua, ketiga, keempat dan seterusnya.

Miss Tourism International adalah kontes kecantikan yang konsen mengenai pariwisata, mengusung tema “Visit Malaysia Year” yang diselenggarakan sejak tahun 1994 dengan kantor pusat yang berlokasi di Kuala Lumpur, Malaysia. Pertama kali diadakan pada tahun 1994 di Kuching, Malaysia.

Malaysia sendiri selalu menjadi tuan rumah dalam tiap penyelenggaraannya kecuali pada tahun 2006 untuk pertama kalinya diadakan di luar Malaysia, yaitu di Guangzhou, China. Kontes ini tidak diselenggarakan pada tahun 1996, 1997 dan 2007.

Penilaian berlangsung selama karantina mulai dari kunjungan keberbagai sponsor, talent show, fashion show hingga parade national costume. Saat dimalam final, setelah melalui penjurian maka diumumkan top 10 atau 10 besar.

Dalam babak top 10 tersebut semua dewan juri akan mencocokan siapa saja yang berhak menyandang gelar Miss Tourism International, Miss Tourism Queen of The Year International, Miss Tourism Metropolitan International, Miss Tourism Cosmopolitan International, Miss Tourism Global, Miss Dreamgirl of The Year International dan Miss South East Asia Tourism Ambassadres.

Disinilah perbedaan yang terlihat, jika dikontes kecantikan lainnya selain penyebutan gelar juara utama, misalnya Miss Universe dan Miss World maka sebelumnya disebutkan 1st runner up atau juara kedua dan seterusnya.

Di Miss Tourism International dimulai dengan penyebutan gelar juara Miss South East Asia Tourism Ambassadres, yang diperebutkan kontestan yang berasal dari kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar dan tergantung seberapa banyak negara Asia Tenggara yang bertanding saat itu.

Kemudian diteruskan dengan penyebutan gelar juara Miss Dreamgirl of The Year International, Miss Tourism Global, Miss Tourism Cosmopolitan International, Miss Tourism Metropolitan International, Miss Tourism Queen of The Year International dan puncak pemenang utama Miss Tourism International.

Sukses menyelenggarakan Miss Tourism International sejak tahun 1994, Tan Sri Datuk Danny Ooi selaku owner Miss Tourism International kemudian memecah gelar Miss Tourism Queen of The Year International, Miss Tourism Metropolitan International, Miss Tourism Cosmopolitan International, Miss Tourism Global, Miss Dreamgirl of The Year dan Miss South East Asia Tourism Ambassadres, menjadi ajang sendiri diluar kontes Miss Tourism International. Dan posisi 1st runner up atau juara kedua dan seterusnya akan disebutkan. Namun jika kontes tersebut tidak dapat diselenggarakan maka gelarnya akan digabung kembali kedalam Miss Tourism International.

Indonesia sendiri berpartisipasi di Miss Tourism International sejak tahun 2008. Dimana Yayasan Eljohn Indonesia mengirim pemenang atau runner up dari kontes Putri Pariwisata Indonesia. Melalui debut awalnya, Indonesia berhasil masuk top 15 melalui Albertina Francisca Maiola dan ditahun 2009 berhasil masuk top 10 melalui Andara Rainy Ayudini.

Kemudian ditahun 2010 Cynthia Sandra Tidajoh (Putri Pariwisata Indonesia 2010 ) 2011 Melisa Putri Latar (Putri Pariwisata Indonesia 2011) 2012 Ofalyn Octarya Sitepu (Top 10 Putri Pariwisata Indonesia 2012) Indonesia belum berhasil masuk top 10 atau 20, ditahun 2013 Indonesia kembali masuk top 20 melalui Kalia Labitta dan kembali tidak masuk jajaran top 10 ditahun 2014/2015, diwakili Syarifah Fajri Maulidiyah (Putri Pariwisata Indonesia 2014).

rieke-caroline-1st-runner-up-miss-tourism-queen-of-the-year-international-2009

Sementara itu saat ajang Miss Tourism Queen of The Year International diadakan sendiri terpisah dari Miss Tourism International, Indonesia berpartisipasi sejak tahun 2010, Miss Tourism Queen of The Year International 2010 diadakan di Quinzhou, China saat itu yang dikirim adalah Rieke Caroline (1st runner Putri Pariwisata Indonesia 2009) dengan hasil 1st runner up Miss Tourism Queen of The Year International 2010 dan meraih satu spesial award yaitu Miss Friendship.

Kemudian di Miss Tourism Queen of The Year International 2011 diadakan di Yingtan, China, Indonesia diwakili Mutia Sari Wirman (1st runner Putri Pariwisata Indonesia 2010) tidak placed hanya sebagai finalis aja, berlanjut ke Miss Tourism Queen of the year International 2015 diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, yang dikirim adalah Delvia Wirajaya (1st runner Putri Pariwisata Indonesia 2015) tidak placed hanya sebagai finalis saja namun mendapatkan spesial award winner best national costume. Di Miss Tourism Queen of The Year International 2016 di Shanghai, China, Indonesia mengirim Putri Amelia Zahraman (3rd runner Putri Pariwisata Indonesia 2016) tidak placed hanya sebagai finalis saja namun mendapatkan spesial award winner best national costume dan terakhir di Miss Tourism Queen of The Year International 2017 di Shanghai, China, Indonesia mengirim Mellisa Fortunita (finalis Putri Pariwisata Indonesia 2017 perwakilan DKI Jakarta 2) tidak placed hanya sebagai finalis saja.

Falentina-Catton-2nd-Runner-Up-Miss-South-East-Asia-Tourism-Ambassadress-2015

Di kontes Miss South East Asia Tourism Ambassadres 2015, yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Indonesia mengirim dua perwakilannya Vivien Anjadi Suwito (3rd runner Putri Pariwisata Indonesia 2014) dengan hasil hanya sebagai finalis dan mendapatkan satu spesial award best social media dan Falentina Catton (Miss Earth Water Indonesia 2014) berhasil meraih posisi 2nd runner up Miss South East Asia Tourism Ambassadres 2015. Dan pemenangnya adalah Yada Theppanom dari Thailand.

Amanda-Chalisa-Obdam-Dari-Miss-Grand-Thailand-Miss-Tourism-Metropolitan-International-Sampai-Miss-Universe-Thailand-2020

Amanda-Chalisa-Obdam-Dari-Miss-Grand-Thailand-Miss-Tourism-Metropolitan-International-Sampai-Miss-Universe-Thailand-2020

Di kontes Miss Tourism Metropolitan International, Indonesia dua kali mengikuti, pertama di Miss Tourism Metropolitan International 2016 diadakan di Cambodia, Indonesia diwakili Valerie Krasnadewi (Top 10 Putri Pariwisata Indonesia 2016) sayangnya Valerie belum berhasil placed hanya sebagai finalis saja, pemenangnya adalah Amanda Obdam asal Thailand yang sekarang lebih dikenal sebagai Miss Universe Thailand 2020.

Terakhir di Miss Tourism Metropolitan International 2019 di Cambodia, Indonesia diwakili Audrey Jennifer Siebel belum berhasil placed hanya sebagai finalis saja.

Kejayaan Indonesia di Miss Tourism International kembali bangkit, setelah Yayasan Eljohn Indonesia sudah menemukan formula yang pas saat mengirim perwakilannya, hingga dalam 5 tahun terakhir sejak tahun 2016 sampai 2020/2021 Indonesia selalu masuk posisi top 5 dan meraih 5 gelar juara kontes kecantikan international.

miss-tourism-international-2016

1. Miss Tourism International 2016 diwakili Dikna Faradiba Maharani (Putri Pariwisata Indonesia 2015) berhasil masuk top 5 dengan gelar Miss South East Asia Tourism Ambassadres 2016/2017 dan meraih 3 spesial award Winner Best National, Miss Glowing Glojas dan Most Prolific In Social Media.

miss-tourism-international-2017

2. Miss Tourism International 2017 diwakili Lois Merry Tangel (Putri Pariwisata Indonesia 2016) berhasil masuk top 3 dengan gelar Miss Tourism Cosmopolitan International 2017/2018 dan meraih 3 spesial award Miss Charming Carlorino, Miss Dearset Grace dan Miss Beverly Wilshire.

miss-tourism-international-2018

3. Miss Tourism International 2018 diwakili Astari Indah Vernideani (Putri Pariwisata Indonesia 2017) berhasil keluar sebagai juara utama dengan gelar Miss Tourism International 2018/2019 dan meraih 3 spesial award Miss Aladdin Street Global Ambassador, Miss Charming Carlorino dan Miss Glowing Glojas.

miss-tourism-international-2019

4. Miss Tourism International 2019 diwakili Gabriella Patricia Mandolang (Putri Pariwisata Indonesia 2018) berhasil masuk top 2 dengan gelar Miss Tourism Queen of The Year International 2019/2020 dan meraih 3 spesial award Perak Tourism Ambassadress, Miss Popularity dan Miss Agape Wellness Beauty.

Hadiah-Rumah-Diberikan-Kepada-Clarita-Mawarni-Salem-Atas-Prestasi-di-Miss-Tourism-International-2020-2021

Clarita-Mawarni-Salem-Miss-Tourism-Metropolitan-International-2020-2021

5. Miss Tourism International 2020/2021 wakil Indonesia Clarita Mawarni Salem (Putri Pariwisata Indonesia 2019) berhasil masuk top 3 dengan gelar Miss Tourism Metropolitan International 2020/2021 dan meraih satu spesial award Miss Gorgeous Carlorino.

Penulis : Irwans

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here