Alumni Manhunt International Indonesia Cicipi Kuliner Khas Nusa Tenggara Barat

106
Alumni-Manhunt-Indonesia-Cicipi-Kuliner-Khas-Nusa-Tenggara-Barat

Lombok, Nusa Tenggara Barat dikenal dengan julukan ‘Pulau Seribu Masjid’ sebutan ini bermula dari kunjungan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Effendi Zarkasih di tahun 1970, ketika meresmikan Masjid Jami Cakranegara.

Dengan jumlah penduduk mayoritas beragama Islam. Menurut data, terdapat 3.767 masjid besar dan 5.184 masjid kecil yang tersebar dalam 518 desa di Lombok. Penelitian data tersebut dilakukan oleh salah satu putra Sasak bernama Taufan Hidjaz yang kini merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi di Bandung.

Ga hanya pesona alamnya saja yang menjadi daya tarik yang ingin berkunjung ke Lombok, citarasa makanannya juga mampu menggoyang lidah bagi siapapun yang ingin mencicipinya.

Selama 5 hari di Lombok 11-15 November 2020 selain menjadi dewan juri pemilihan Duta Remaja Pariwisata Nusa Tenggara Barat 2020 yang diselenggarakan di Taman Budaya NTB. 4 alumni Manhunt International Indonesia 2019/2020 yaitu Elardy Tan Manhunt International Indonesia 2019/2020, Agus Apriadi Mister Ultracontinental Indonesia 2020/2021, James Radar Mister Tourism Culture Universe Indonesia 2020/2021 dan Ayub Imannulah Mister Tourism Globe 2020/2021.

Juga mencicipi makanan khas Lombok, Nusa Tenggara Barat. Seperti Plecing kangkung terdiri dari kangkung dan toge yang direbus dan disajikan dalam keadaan dingin dan segar dengan sambal tomat, yang dibuat dari cabe rawit, garam, terasi dan tomat, dan kadang kala diberi tetesan jeruk limau serta bumbu urap kelapa.

Ayam Taliwang adalah makanan khas Pulau Lombok dari Kampung Karang Taliwang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat yang berbahan dasar daging ayam. Daging ayam yang disajikan berasal dari ayam kampung muda yang dibakar kemudian dibumbui dengan semacam saus yang bahannya antara lain cabai merah kering, bawang merah, bawang putih, tomat, terasi goreng, kencur, gula merah, dan garam.

Sayur Ares yang terbuat dari pelepah batang pisang muda dan dimasak dengan bumbu pedas bersama santan kelapa. Sayur Ares sendiri memiliki cerita unik, dahulu di Lombok mengalami kekeringan yang sangat panjang, dan kesulitan untuk mencari bahan makanan, sedangkan pohon Pisang tumbuh subur dan banyak. Saat itulah tumbuh ide dari seorang pemuda bernama Ares menjadikan batang pelepah pohon pisang menjadi sebuah masakan yang sekarang sangat populer dan dikenal dengan nama Sayur Ares.

Alumni-Manhunt-Indonesia-Cicipi-Kuliner-Khas-Nusa-Tenggara-Barat

Beberuk terong merupakan sambal khas Lombok. Menu ini biasanya menjadi pendamping makan ayam taliwang. Jika dilihat sekilas, beberuk terung seperti lalapan yang dipotong-potong kemudian dicampur sambal uleg, bahanya terdiri dari terong, kacang panjang yang dicampur dengan bumbu segar terdiri dari cabe rawit, bawang putih, bawang merah, dan kencur.

Sate Pusut terbuat dari daging sapi atau ayam yang sudah dicincang halus dan dibumbui terdiri dari santan, daun jeruk, jeruk nipis, cabai merah, bawang putih, cabai rawit, garam, gula pasir dan terasi, setelah semua bahan tercampur, kemudian Sate Pusut dimasak dengan dililitkan ke tusuk sate dan dibakar.

Selain makanan berat, 4 Alumni Manhunt Indonesia 2019/2020 juga mencicipi kue manis khas NTB seperti Permen Susu yang terbuat dari susu murni dan Manjareal kue kering asli Sumbawa ini berbahan dasar kacang tanah yang diberi bumbu, dan dibungkus dengan daun lontar. Aromanya harum dan unik. Enak banget dinikmati sambil minum teh atau kopi panas.

Pulangnya, mereka membaw oleh-oleh buah tangan Minyak Sumbawa Asli terbuat dari 44 akar – akar kayu – kayu yang dipercaya memiliki berbagai macam menyembuhkan semua jenis penyakit / menyembuhkan rasa sakit akibat sengatan hewan berbisa dan juga untuk stamina pria.

Yuk tonton video keseruan Manhnut Indonesia Cicipi Kuliner Khas Nusa Tenggara Barat, klik linknya dibawah ini.

Penulis : Irwans

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here